Catatan dari Taiwan : Profesor yang Sangat Profes(or)ional

Welcome to Taiwan

Welcome to Taiwan (sumber gambar : koleksi bersama grup fb degree bridging STUST)

Dalam rangka Degree Bridging ke Taiwan, saya mendapatkan kesempatan untuk belajar di sebuah universitas di wilayah Tainan, sebuah kota di bagian selatan Taiwan. Adalah STUST (Southern Taiwan University of Science and Technology), sebuah private university tekemuka di Taiwan.

Rentetan kesan positif langsung terekam semenjak pertama kali mendarat di bumi Taiwan. Rombongan kami mendarat di bandara internasional Kaohsiung (Kaohsiung International Airport) pada 15 Desember 2012 sekitar pukul enam sore. Setelah kami mengambil bagasi dan menukar beberapa rupiah dengan dolar taiwan kamipun bergegas menuju ruang tunggu.

Seperti yang sudah diinformasikan pada saat pembekalan hari sebelumnya di Dikti, di ruang tunggu kami sudah dijemput oleh beberapa orang perwakilan dari universitas tujuan kami masing-masing. Tampak perwakilan dari STUST ada 3 penjemput 1 orang tampak lebih senior dari pada 2 orang yang lain. Setelah berkenalan dan berbincang saya terkejut. Rupanya Bapak yang senior ini adalah seorang Profesor dari STUST -WOW kok mau ya profesor menjemput ke bandara-. Sementara 2 yang lain adalah mahasiswa beliau dari Indonesia Yudi (S2) dan Mr. Poo kandidat doktor dari Thailand.

Prof. Chi Jo-Wang, beliaulah yang menjadi “wali kelas” kami selama kami di Taiwan. Prof. Wang, begitu kami kemudian akrab memanggilnya, sangat low profile dan tidak terlihat kesan “profesornya”. Bagaimana tidak, beliau langsung menawarkan diri untuk menjaga barang bawaan kami ketika kami ber-sembilan dan dua orang mahasiswanya berencana naik ke lantai dua ruang tunggu bandara untuk membeli kartu perdana operator telekomunikasi setempat. -WOW kok mau ya Profesor menungguin barang (calon) mahasiswanya-.

Tak cukup disitu, kesan positif juga beliau tunjukkan saat jamuan makan malam di meeting room-nya. Beliau langsung meminta maaf kepada kami hanya karena ada sebuah lampu neon di kantornya yang berkedip entah karena termakan usia atau memang agak longgar fiting-lampnya. -WOW kok mau ya Profesor dengan segera meminta maaf atas sesuatu yang sepele dan jelas bukan kesalahan dia-

Dan yang paling kami WOW-kan adalah ketika suatu saat beliau menawarkan diri untuk mengantarkan kami naik bis kota ke sebuah pusat perbelanjaan untuk belanja logistik. Benar-benar Profesor yang Sangat Profesional – istilah saya sendiri Profes(or)ional -. Terima kasih Prof. Wang, memang seharusnya padi itu semakin berisi semakin merunduk. Semoga saya bisa meniru yang satu itu dari teladan Anda..

InsyaAllah

Prof. Wang dan kami sedang menunggu halte, menanti datangnya bis jalur 5

Prof. Wang dan kami sedang menunggu halte, menanti datangnya bis jalur 5 (sumber gambar : koleksi bersama grup fb degree bridging STUST)

6 thoughts on “Catatan dari Taiwan : Profesor yang Sangat Profes(or)ional

    • Terima kasih sebelumnya sudah mampir di blog saya. Untuk program degree bridging ini silahkan dipantau saja langsung di website dikti termasuk juga nanati akan ada pengumuman syarat2nya di sana. Dan untuk batch 2 sudah ada pemberitahuannya di sini : http://www.dikti.go.id/?p=7668&lang=id Paling lambat diserahkan berkasnya ke dikti tanggal 31 Januari 2013 (via e-mail)
      Demikian semoga bermanfaat

      • salam kenal pak, saya dosen dari poltek ambon.saya sdh mendaftar degree bridging thn 2013 dan sedang diproses oleh dikti.saya mau tanya, apa saja kriteria yang dinilai sehingga nantinya kita bisa lolos untuk mengikuti program ini?dan seandainya lolos, apa saja berkas yang harus disiapkan?oh ya, apakah biaya akomodasi dan perjalanan ditanggung dikti?hehheehee..maklum…masih pegawai rendahan…terima kasih

      • Bu Elisabeth terima kasih sudah singgah di blog saya, salam kenal juga.Saya dwi dari UNP Padang. Pertama, kalau menurut pengalaman saya pada batch kami tidak ada kriteria yang macam-macam untuk bisa masuk ke program DB ini. Dikti hanya mendasarkan pada kemampuan bahasa inggris (TOEFL score). Kedua, untuk berkas yang musti disiapkan, pertama siapkan paspor biasa (bukan paspor dinas karena taiwan belum ada hub diplomatik dengan indonesia) kemudian untuk visa nanti akan diurus kolektif oleh dikti. Kemudian juga scan dokumen penting seperti ijazah, transkrip (kalau bisa yang sudah translate ke bhs.inggris) dan juga siapkan study plan S3 (kalau sudah ada). Terakhir masalah akomodasi, jangan kuatir dikti menanggung semuanya mulai dari kampung halaman sampai kembali lagi ke kampung halaman. Alhamdulillah untuk biaya selama program kami menerima uang saku di awal keberangkatan sehingga kami tidak perlu menyiapkan talangan dulu. Demikian sharing saya Bu, kalau ada lagi yang ditanyakan jangan sungkan. Oiya kalau Ibu dari teknik elektro dan bisa memilih universitas tujuan saya sarankan pilih saja ke STUST Tainan.

  1. Pak Dwi…terima kasih banyak untuk share informasinya. semuanya sangat bermanfaat buat saya…kebetulan saya teknik elektro pak…oke…mungkin selanjutnya klu diperkenankan saya akan menghubungi bapak via email…terima kasih sekali lagi. dan sukses.saya lihat info di dikti, taanggal 11 maret nanti bapak dan teman2 akan balik ke Indo. semoga sampai ke tanah air dgn selamat dan tetap sukses..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s