Beberapa Teknologi Baru Untuk Keamanan Berkendara

Penelitian dan pengembangan teknologi di bidang otomotif terus dilakukan. Inovasi tidak hanya untuk mendukung performa mesin dalam hal efisiensi konsumsi bahan bakar. Teknologi kenyamanan dan keamanan berkendara juga terus berkembang menyesuaikan kebutuhan dan kondisi terkini di jalanan yang semakin ramai seiring meningkatnya mobilitas manusia.

Berikut beberapa teknologi baru yang berkenaan dengan sistem keamanan berkendara.

1. Asisten Pengemudi

Teknologi tambahan yang dikelompokan sebagai asisten pengemudi itu adalah peringatan tabrakan di depan Foward Collison Warning/FCW), Adaptive Cruise Control (ACC), sistem informasi blind-spot  (Blind-Spot Information System/BLIS), sistem regulator kecepatan Speed Regulator System/SRS) dan peringatan pindah jalur (Line –Departure Warning/LDW), peringatan kecepatan belok (Curve-Speed Warning/CSW). Semuanya dinilai sangat membantu pengemudi saat menjalankan tugasnya.

Berdasarkan survei, teknologi asistensi ini terbukti dapat menekan angkamampu menekan tingkat kecelakaan dan cedera yang ditimbulkan. Hal tersebut disimpulkan oleh euroFOT (European Field Operational Test) yang meneliti penggunaan asisten pengemudi pada mobil penumpang dan kendaraan komersial di Eropa.

Dengan memasang ACC dan FCW, tingkat kecelakaan bisa ditekan, yaitu 5,7 persen untuk mobil penumpang dan 0,6 persen buat truk berat. Penggunaan navigasi juga memberikan efek positif, pengemudi tetap berusaha di jalurnya, menjaga jarak dengan kendaraan di depannya dan tidak mengerem secara mendadak.

Juga dijelaskan, 80 persen pengemudi mengatakan, BLIS bisa meningkatkan keselamatan tanpa menambah beban kerja mereka. Dengan menggunakan pembatas kecepatan, jumlah pengemudi yang melaju melebihi kecepatan maksimum jadi berkurang. Kebiasaan pengemudi mengerem mendadak juga turun dan juga menjaga jarak dengan kendaraan di depan.

Dilaporkan dengan menggunakan CSW, 75 persen pengguna merasakan, bisa meningkatkan keselamatan dan sangat membantu ketika melakukan perjalanan dijalan luar kota.

2. Pengaman Penggunaan Alat Telekomunikasi

Untuk mengamankan penggunaan alat telekomunikasi ada setidaknya dua jenis teknologi. Yang pertama adalah teknologi untuk membuat agar pemakaian alat telekomunikasi semakin praktis dan tidak mengganggu pengemudi. Yang kedua adalah kebalikannya yaitu teknologi yang mencegah pengendara agar tidak menggunakan alat telekomunikasi. Bagaimana kedua alat tersebut dikembangkan berikut artikelnya.

Pertama,teknologi untuk semakin mem-praktisan penggunaan alat komunikasi kita sudah mengenal adanya handsfree dan juga loudspeaker system. Nha untuk menulis sms/email masih banyak yang memilih untuk tidak melakukaannya disaat berkendara. Mengingat aktivitas ber-sms maupun email perlu gerakan kusus dari tangan untuk menulis. Namun baru-baru ini BMW merilis sebuah teknologi yang memungkinkan pengemudi untuk membuat sms/email secara aman saat berkendara. Yaitu dengan cara melalui perintah suara. Teknologi itu juga bisa merekam memo suara. Teknologi ini juga semakin mendukung BMW sebagai produsen mobil pertama yang memakai internet berkecepatan tinggi di jalan raya. Dan perangkat ini akan tersedia disetiap model BMW.

Kedua, untuk teknologi yang mencegah pengendara agar tidak menggunakan alat telekomunikasi ketika berkendara. Berdasarkan penelitian, kendati pengemudi menggunakan hand free, konsentrasinya tetap tidak fokus saat berbicara. Reaksi pengemudi menginjak rem menjadi lambat. Risikonya, saat macet atau antri, bisa saja menabrak kendaraan yang berada di depan.

Untuk mencegah hal tersebut, peneliti dari Universitas Teknologi Ana di Tamilnadu, India yaitu H. Abudl Shabeer dan R. S. D. Wahidabanu, memperkenalkan alat yang bisa memblok sinyal hape pengemudi saat menggunakannya. Sedangkan penumpang lain, tetap bisa menggunakan hape mereka.

Alat pencegah tersebut (peranti keras) terdiri dari dua komponen. Satu dipasang di jok pengemudi yang mendeteksi pengemudi menggunakan hapenya. Satu lagi, alat untuk memotong sinyal yang berada di depan dan terhubung ke setir. Menurut kedua peneliti, sekitar 20 persen dari kecelakaan fatal di jalan raya – khusus dengan truk dan kendaraan berat – secara global terjadi karena pengemudi menggunakan hape. Ditambahkan, sistem juga bisa disertakan dengan pelaporan pelanggaran kepada pos polisi terdekat yang tercatat dalam sistem memori alat. Sistem juga dapat memperingatkan pengemudi yang berusaha menggunakan hapenya. Target penggunaan alat ini menurut kedua peneliti adalah supir kendaraan berat.

Disarikan dari : KOMPAS Otomotif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s